Algoritma Kriptografi: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya dalam Keamanan Data
1. Pendahuluan
Di era digital, keamanan data menjadi kebutuhan utama bagi individu maupun organisasi. Setiap kali kita mengirim pesan, bertransaksi online, atau mengakses layanan digital, data tersebut harus dilindungi dari pencurian dan penyadapan. Salah satu teknologi paling penting dalam keamanan siber adalah kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajari teknik mengamankan informasi menggunakan algoritma matematis.
Artikel ini akan membahas apa itu algoritma kriptografi, cara kerjanya, serta jenis-jenis algoritma yang paling banyak digunakan saat ini.
2. Apa Itu Algoritma Kriptografi?
Algoritma kriptografi adalah serangkaian aturan matematis dan prosedur yang digunakan untuk mengubah informasi asli (plaintext) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca (ciphertext), dan sebaliknya.
Tujuan utama kriptografi adalah menjaga:
-
Kerahasiaan (Confidentiality)
-
Integritas (Integrity)
-
Keaslian (Authenticity)
-
Non-Repudiation (tidak dapat disangkal)
Dengan kata lain, algoritma kriptografi memastikan bahwa data hanya dapat dibaca oleh pihak yang berhak.
3. Jenis-Jenis Algoritma Kriptografi
A. Kriptografi Simetris (Symmetric Key Cryptography)
Menggunakan satu kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi.
Contoh Algoritma Simetris
-
AES (Advanced Encryption Standard)
-
Digunakan oleh pemerintah, perusahaan, dan layanan cloud.
-
Sangat cepat dan aman.
-
-
DES (Data Encryption Standard)
-
Sudah dianggap tidak aman karena ukuran kunci kecil (56-bit).
-
-
3DES (Triple DES)
-
Perbaikan DES, tetapi lebih lambat dibanding AES.
-
Kelebihan
-
Proses cepat
-
Cocok untuk data besar
Kekurangan
-
Distribusi kunci sulit—harus dikirim ke penerima dengan aman.
B. Kriptografi Asimetris (Asymmetric Key Cryptography)
Menggunakan sepasang kunci:
-
Public key (untuk enkripsi)
-
Private key (untuk dekripsi)
Contoh Algoritma Asimetris
-
RSA
-
Paling populer untuk komunikasi aman dan SSL/TLS.
-
-
ECC (Elliptic Curve Cryptography)
-
Lebih ringan dari RSA, tetapi sama amannya.
-
Digunakan pada perangkat IoT dan smartphone.
-
-
Diffie–Hellman
-
Untuk pertukaran kunci aman melalui jaringan.
-
Kelebihan
-
Distribusi kunci lebih aman
-
Cocok untuk autentikasi & digital signature
Kekurangan
-
Lebih lambat dibanding kriptografi simetris
C. Hashing (Fungsi Hash)
Berbeda dari enkripsi, hashing tidak dapat dibalik.
Digunakan untuk:
-
menyimpan password
-
verifikasi integritas file
-
blockchain
Contoh Algoritma Hash
-
SHA-256
-
Digunakan oleh Bitcoin dan banyak aplikasi keamanan.
-
-
SHA-512
-
MD5 (sudah tidak direkomendasikan karena rawan kolisi)
Kelebihan
-
Aman untuk verifikasi data
-
Hasil tetap (fixed length)
D. Digital Signature
Digunakan untuk memastikan:
-
identitas pengirim
-
integritas pesan
Biasanya menggunakan kombinasi hashing + enkripsi asimetris.
Contoh algoritma:
-
RSA Signature
-
DSA (Digital Signature Algorithm)
-
ECDSA (Elliptic Curve Digital Signature Algorithm)
4. Bagaimana Algoritma Kriptografi Bekerja?
Secara umum, proses kriptografi terdiri dari:
1. Enkripsi / Penyandian
Data asli (plaintext) → algoritma kriptografi → ciphertext
2. Dekripsi / Pembukaan sandi
Ciphertext → algoritma + kunci rahasia → plaintext
Contoh sederhana:
-
Anda mengirim pesan ke teman
-
Pesan dienkripsi dengan kunci
-
Peretas yang mencegat pesan hanya melihat simbol acak
-
Teman Anda menggunakan kunci untuk membuka pesan
5. Penerapan Algoritma Kriptografi dalam Kehidupan Sehari-Hari
✔ WhatsApp & Telegram
Menggunakan algorithm end-to-end encryption (E2EE) seperti AES & ECDH.
✔ Internet Banking
Melindungi transaksi menggunakan SSL/TLS berbasis RSA & AES.
✔ Password di Website
Disimpan dalam bentuk hash: SHA-256 atau bcrypt.
✔ Cloud Storage
Enkripsi data sebelum disimpan di server (AES-256).
✔ Blockchain & Cryptocurrency
Menggunakan SHA-256, ECC, dan digital signature.
6. Tantangan Modern dalam Kriptografi
-
Komputer Kuantum
Dapat memecahkan RSA dan algoritma klasik dalam hitungan detik.
Solusi: Post-Quantum Cryptography (PQC). -
Kesalahan Implementasi
Banyak kebocoran data terjadi bukan karena algoritma lemah, tetapi implementasinya salah. -
Password Lemah
Perangkat sekuat apa pun tidak berguna jika pengguna memakai password “123456”.