Apa Itu Scratch? Sejarah, Fitur, dan Manfaatnya dalam Pembelajaran
1. Pendahuluan
Scratch adalah sebuah platform pemrograman visual yang dirancang untuk membantu pemula, terutama anak-anak dan remaja, belajar konsep dasar pemrograman dengan cara yang menyenangkan. Melalui antarmuka berbasis blok (block-based programming), pengguna dapat membuat animasi, permainan, cerita interaktif, dan simulasi tanpa perlu menulis kode secara manual. Scratch telah menjadi salah satu alat pembelajaran pemrograman paling populer di dunia karena bersifat gratis, mudah diakses, dan sangat intuitif.
2. Sejarah Perkembangan Scratch
Scratch dikembangkan oleh Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab dan pertama kali dirilis pada tahun 2007. Proyek ini dipimpin oleh Mitchel Resnick, seorang peneliti yang memiliki visi bahwa semua anak harus memiliki kesempatan untuk menciptakan, berkreasi, dan berpikir komputasional (computational thinking) sejak usia dini.
Perkembangan penting Scratch:
-
2003–2006 → Versi awal dikembangkan di MIT Media Lab.
-
2007 → Scratch 1.0 dirilis ke publik.
-
2013 → Scratch 2.0 diluncurkan, dengan antarmuka berbasis web yang lebih kaya fitur.
-
2019 → Scratch 3.0 dirilis, membawa dukungan untuk perangkat mobile, integrasi hardware (Micro:bit, LEGO, dsb.), dan antarmuka yang lebih modern.
Saat ini, Scratch digunakan di lebih dari 150 negara dan tersedia dalam lebih dari 70 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
3. Cara Kerja Scratch
Scratch menggunakan pendekatan drag-and-drop di mana pengguna dapat menyusun blok-blok kode untuk membuat program. Blok-blok tersebut mewakili sintaks pemrograman seperti:
-
Gerakan (Motion)
-
Penampilan (Looks)
-
Suara (Sound)
-
Kendali (Control)
-
Peristiwa (Events)
-
Variabel dan Operator (Variables & Operators)
Model ini memudahkan pengguna memahami logika pemrograman tanpa kesulitan membaca kode teks yang kompleks.
4. Fitur Utama Scratch
1. Antarmuka Blok Visual
Menggunakan konsep puzzle yang memudahkan pemula untuk memahami struktur program.
2. Editor Animasi dan Sprite
Pengguna bisa membuat karakter (sprite), mengatur gerakan, tampilan, dan interaksi.
3. Scratch Community
Tersedia platform komunitas global di mana pengguna dapat:
-
berbagi proyek,
-
memberikan komentar,
-
dan mempelajari proyek orang lain.
4. Dukungan Ekstensi
Scratch 3.0 mendukung integrasi dengan perangkat eksternal seperti:
-
Micro:bit
-
LEGO Mindstorms
-
Makey Makey
Fitur ini sangat cocok untuk pembelajaran robotik dasar.
5. Manfaat Scratch dalam Pembelajaran
1. Mengembangkan Berpikir Komputasional
Siswa belajar memecahkan masalah, memahami urutan logika, dan membuat algoritma sederhana.
2. Membantu Kreativitas
Scratch memungkinkan pengguna membuat cerita, permainan, musik, dan animasi sendiri.
3. Mendorong Kolaborasi
Melalui komunitas Scratch, siswa dapat melihat dan memodifikasi proyek orang lain (remixing).
4. Mudah Dipelajari
Tidak membutuhkan perangkat keras khusus dan bisa dijalankan langsung di browser.
5. Cocok untuk Pembelajaran Informatika Dasar
Banyak sekolah menggunakan Scratch sebagai tahap awal sebelum belajar Python, JavaScript, atau bahasa pemrograman berbasis teks lainnya.
6. Contoh Penggunaan Scratch di Kelas
-
Membuat game edukasi sederhana
-
Mensimulasikan fenomena sains (pergerakan planet, gravitasi, dll.)
-
Mengembangkan cerita interaktif
-
Mengajar algoritma dasar seperti looping dan kondisi (if-else)
7. Kesimpulan
Scratch adalah platform ideal untuk memulai perjalanan belajar pemrograman. Dengan pendekatan visual yang ramah pemula, fitur interaktif, serta komunitas global yang aktif, Scratch membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, dan literasi digital. Keberadaannya menjadikan pembelajaran teknologi lebih mudah, menarik, dan inklusif bagi semua kalangan.