Digital Banking: Fitur Baru Perbankan, QRIS, dan Dompet Digital (E-Wallet)
Di era digital yang semakin maju, perbankan tradisional telah berevolusi menjadi bentuk yang lebih dinamis dan inklusif melalui digital banking. Pada tahun 2025, transformasi ini tidak hanya menyederhanakan transaksi sehari-hari, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat Indonesia untuk mengelola keuangan dengan lebih efisien. Artikel ini membahas fitur-fitur baru dalam perbankan digital, peran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar pembayaran nasional, serta perkembangan dompet digital (e-wallet) yang semakin populer. Dengan pertumbuhan transaksi digital mencapai ratusan persen, teknologi ini menjadi tulang punggung ekonomi cashless di Indonesia.
Pendahuluan: Revolusi Digital di Sektor Perbankan Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan penetrasi internet mencapai 78%, telah menjadi pasar potensial bagi inovasi keuangan digital. Menurut data Bank Indonesia (BI), volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 338,5 juta transaksi senilai Rp870,9 triliun pada Januari 2025 saja, tumbuh 41,5% year-on-year (YoY). Digital banking tidak lagi sekadar aplikasi mobile, melainkan ekosistem lengkap yang mengintegrasikan layanan perbankan, pembayaran, dan investasi. Fitur baru seperti Payment ID berbasis NIK, yang diluncurkan BI pada 17 Agustus 2025, memungkinkan identitas transaksi keuangan terintegrasi dalam satu kode unik, meningkatkan transparansi dan keamanan.
Dalam konteks ini, QRIS dan e-wallet memainkan peran sentral. QRIS, yang diluncurkan sejak 2019, kini telah berkembang menjadi jaringan lintas negara, sementara e-wallet seperti DANA dan GoPay mendominasi transaksi harian. Mari kita telusuri lebih dalam.
[Posisi Gambar 1: Centered, Lebar 50% halaman] (Sisipkan gambar royalty-free: Ilustrasi smartphone dengan ikon banking, QR code, dan e-wallet. Unduh dari
https://pixabay.com/illustrations/search/e%20wallet/ . Caption: Ilustrasi konsep digital banking modern dengan integrasi QRIS dan e-wallet.)
Fitur Baru dalam Perbankan Digital
Perbankan digital di Indonesia pada 2025 menawarkan fitur-fitur inovatif yang dirancang untuk pengguna milenial dan Gen Z, yang mendominasi 70% populasi. Bank seperti Jenius (Bank BTPN), Digibank by DBS, dan BCA Digital memimpin dengan solusi user-friendly.
Beberapa fitur unggulan meliputi:
∙ Sub-Rekening Fleksibel: BCA Digital's bluSaving memungkinkan pembukaan hingga 20 sub-rekening dalam satu akun utama, ideal untuk pengelolaan dana darurat, liburan, atau investasi. Fitur ini didukung oleh bluGether untuk tabungan bersama, seperti pengumpulan dana keluarga atau tim.
∙ Tabungan Otomatis dan Goal-Based: Jenius menawarkan Flexi Saver dan Dream Saver untuk menabung otomatis berdasarkan tujuan, sementara Digibank menyediakan deposito berbunga tinggi dan investasi digital langsung dari app.
∙ Bulk Payment dan Real-Time Monitoring: Bank Mandiri's Livin’ dan Kopra mendukung bulk payment hingga 50.000 transaksi, personalisasi biller, serta pemantauan Letter of Credit secara real-time, dengan nilai transaksi mencapai Rp22.000 triliun hingga Oktober 2025.
∙ Integrasi Blockchain dan Open Banking: Beberapa bank seperti Allo Bank mulai mengadopsi blockchain untuk transparansi, sementara Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) mendorong interoperabilitas antar-bank dan fintech.
Fitur-fitur ini tidak hanya efisien tetapi juga inklusif, menjangkau UMKM dan masyarakat pedesaan melalui akses tanpa cabang fisik.
QRIS: Standar Pembayaran Nasional yang Semakin Global
QRIS telah menjadi pilar utama cashless society di Indonesia. Diluncurkan BI pada 2019, sistem ini menyatukan berbagai QR code dari bank dan fintech menjadi satu standar nasional. Pada Juli 2025, transaksi QRIS melonjak 162% YoY, dengan 50 juta merchant—mayoritas UMKM—dan nilai transaksi mencapai Rp579 triliun pada semester I 2025.
Pembaruan utama di 2025:
∙ Ekspansi Lintas Negara: Kini terhubung dengan 9 negara ASEAN dan Asia (Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang, Korea Selatan), plus uji coba di China dan India. Nilai transaksi lintas batas mencapai Rp1,66 triliun per Agustus 2025. Wisatawan dapat bayar langsung dengan QRIS di merchant mitra.
∙ QRIS TAP dan Keamanan: Inovasi QRIS Tanpa Pindai menggunakan NFC untuk transaksi massal seperti transportasi, diluncurkan di Yogyakarta. Ditambah enkripsi berlapis untuk cegah fraud.
∙ Kampanye Jelajah Indonesia: BI meluncurkan kampanye 2025 untuk dorong penggunaan QRIS di pariwisata, dengan target 58 juta pengguna akhir tahun.
QRIS mengurangi ketergantungan uang tunai, mendukung UMKM, dan mempercepat inklusi keuangan.
[Posisi Gambar 2: Centered, Lebar 50% halaman] (Sisipkan gambar royalty-free: Ilustrasi QR code scan dengan smartphone untuk pembayaran. Unduh dari
https://www.istockphoto.com/id/ilustrasi/kode-qr . Caption: Ilustrasi proses scanning QRIS untuk transaksi digital yang aman dan cepat.)
Dompet Digital (E-Wallet): Kemudahan di Genggaman Tangan
E-wallet telah menjadi metode pembayaran paling populer, digunakan oleh 80% responden survei pada 2025 untuk belanja online, pulsa, dan tagihan. Dengan prediksi 130 juta pengguna baru di ASEAN—Indonesia terbesar—nilai transaksi e-wallet diproyeksikan mencapai US$70,1 miliar pada 2025.
E-wallet terpopuler di Indonesia:
∙ GoPay (88% pengguna): Integrasi dengan Gojek, fitur split bill, dan promo transportasi. Unduhan >50 juta.
∙ DANA (83%): >100 juta unduhan, dukung QRIS, transfer antar-bank, dan investasi mini. Ideal untuk UMKM.
∙ OVO (79%): Cashback tinggi, integrasi Grab, dan pembayaran tagihan. >100 juta unduhan.
∙ ShopeePay (76%): Fokus e-commerce, top-up mudah, dan promo belanja. >100 juta unduhan.
∙ Lainnya: LinkAja, Sakuku (BCA), dan Mekari Pay untuk bisnis.
Keunggulan e-wallet termasuk keamanan PIN/OTP, cashback, dan integrasi dengan QRIS, membuatnya esensial untuk transaksi harian.
Kesimpulan: Menuju Ekonomi Digital Inklusif
Digital banking, QRIS, dan e-wallet telah mengubah lanskap keuangan Indonesia menjadi lebih cepat, aman, dan inklusif. Dengan pertumbuhan transaksi digital yang pesat—seperti 594% untuk QRIS pada Q1 2025—masyarakat diharapkan terus mengadopsi teknologi ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, tantangan seperti literasi digital dan keamanan siber perlu diatasi melalui edukasi dan regulasi BI. Di masa depan, integrasi Nexus ASEAN akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai leader fintech regional.
Untuk memulai, unduh aplikasi terpercaya, verifikasi akun, dan manfaatkan promo. Digital banking bukan hanya tren, tapi masa depan keuangan kita.
[Posisi Gambar 3: Centered, Lebar 50% halaman, di akhir] (Sisipkan gambar royalty-free: Ilustrasi orang menggunakan e-wallet di toko dengan QRIS. Unduh dari
https://pixabay.com/images/search/e%20wallet/ . Caption: Ilustrasi penggunaan e-wallet dan QRIS dalam transaksi sehari-hari.)
Referensi
∙ PasarTrainer. (2025). Daftar Digital Banking Terbaik di Indonesia 2025. ∙ Vibiznews. (2025). Transaksi Keuangan Digital Meningkat.
∙ Dan sumber lainnya sesuai kutipan.