Infrastruktur Pengisian EV dan Masa Depan Mobilitas Hijau
Salah satu hambatan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik (EV) secara massal adalah terbatasnya infrastruktur pengisian daya (charging). Departemen Green Tech & EV AGSOS fokus pada pengembangan ekosistem infrastruktur charging yang tidak hanya mendukung pertumbuhan EV, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan energi bersih. Model Charging Masa Depan: Dinamis dan Terintegrasi konsep dynamic charging menjadi salah satu solusi inovatif: jalan raya dilengkapi sistem pengisian nirkabel (wireless charging) sehingga EV dapat mengisi daya sambil bergerak. Studi menunjukkan bahwa dengan hanya sebagian kecil jalan yang dilengkapi sistem ini, EV populer dapat mempertahankan atau bahkan menambah daya baterainya dalam perjalanan, yang bisa mengurangi kecemasan jarak tempuh (“range anxiety”). Selain itu, framework digital twin juga dikembangkan untuk merancang dan mengoptimalkan tata letak infrastruktur charging di area perkotaan. Riset di Vietnam menunjukkan bahwa simulasi digital twin dapat membantu menentukan kombinasi optimal antara charger cepat 30 kW dan standar 11 kW, disertai penggunaan sumber energi terbarukan guna menyeimbangkan efisiensi energi dan biaya operasional. Pengisian Berbasis Energi Terbarukan
Mengintegrasikan panel surya (PV) ke stasiun charging EV adalah langkah kunci menuju mobilitas hijau. Riset biaya-minimisasi menyarankan bahwa stasiun charging berbasis PV bisa mengklasifikasikan EV pengunjung ke dalam kategori “green EV,” yang bersedia menyimpan energi dan melepaskannya kembali ke sistem saat diperlukan, membantu stabilitas pasokan energi. Di sisi perilaku pengguna, penelitian lapangan di Belgia menunjukkan bahwa menampilkan informasi real-time tentang kapan energi terbarukan sedang melimpah pada papan pintar di stasiun charging membuat pengemudi lebih memilih untuk mengisi daya di saat tersebut, sehingga jejak karbon dari charging bisa dikurangi Tantangan Praktis dan Kebijakan Penerapan sistem charging dinamis dan integrasi energi terbarukan menghadapi sejumlah tantangan:
1. Biaya dan investasi awal: Pemasangan infrastruktur baru (jalan nirkabel, panel surya, digital twin) memerlukan investasi besar. 2. Peraturan dan standarisasi: Teknologi baru ini masih perlu regulasi kuat agar bisa diadopsi secara masif dan aman. 3. Penerimaan publik: Pengemudi dan masyarakat perlu mendapat edukasi tentang manfaat dan cara penggunaan charging berkelanjutan 4. Skalabilitas: Menyebarkan infrastruktur charging cerdas dari kota kecil hingga metropolis butuh koordinasi multi stakeholder (pemerintah, swasta, utilitas listrik).
Manfaat Lingkungan dan Sosial
1. Pengurangan emisi: Dengan menggunakan energi terbarukan untuk charging, EV bisa menjadi bagian dari ekosistem mobilitas benar benar rendah karbon.
2. Pengelolaan beban listrik: EV dapat berfungsi sebagai penyimpan energi (storage) ketika diisi pada saat produksi surya tinggi, membantu utilitas mengelola puncak beban.
3. Peningkatan kepercayaan publik: Dengan charging yang lebih mudah dan terbarukan, adopsi EV akan semakin cepat, mendukung target net-zero jangka panjang.
Infrastruktur pengisian EV adalah kunci untuk mempercepat mobilitas listrik dan transisi energi. Dengan menggabungkan konsep pengisian dinamis, energi terbarukan, dan sistem perencanaan digital seperti digital twin, Departemen Green Tech & EV AGSOS dapat memainkan peran penting dalam membangun ekosistem EV yang tidak hanya efisien dan praktis, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Referensi
Nguyen, D.M., Kishk, M.A., Alouini, M.-S. “Toward Sustainable Transportation: Accelerating Vehicle Electrification with Dynamic Charging Deployment.” arXiv https://arxiv.org/abs/2206.02134?utm_source
Do-Bui-Khanh, L., Nguyen, T.H., Quang, N.H., Nguyen-Ngoc, D., El Ghaoui, L. “A Digital Twin Framework for Decision-Support and Optimization of EV Charging Infrastructure in Localized Urban Systems.” arXi
https://arxiv.org/abs/2510.24758?utm_source
Tushar, W., Yuen, C., Huang, S., Smith, D., Poor, H.V. “Cost Minimization of Charging Stations with Photovoltaics: An Approach with EV Classification.” arXiv
https://arxiv.org/abs/1507.07994?utm_source