iPhone 17 vs Galaxy S25 Ultra: Duel Panas Smartphone Terkuat Tahun Ini
iPhone 17 hadir sebagai varian standar dengan layar Super Retina XDR OLED 6,3 inci ber refresh rate 120 Hz, didukung oleh chipset A19, dan memiliki kapasitas penyimpanan mulai dari 256 GB hingga 512 GB. Kamera belakangnya menggunakan sistem dual 48 MP (wide + ultra-wide), sedangkan kamera depan 18 MP dengan fitur Center Stage memungkinkan rekaman video dan selfie yang stabil. Untuk daya, ponsel ini dilengkapi baterai 3.692 mAh dengan pengisian cepat USB-C 40W, serta dukungan MagSafe dan Qi2, diklaim mampu mendukung pemutaran video hingga 30 jam. Di Indonesia, harga iPhone 17 mulai dari Rp 17,249 juta untuk varian 256GB.
Sementara itu, Samsung Galaxy S25 Ultra menonjol dengan desain agresif dan spesifikasi flagship yang sangat kuat: layar Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci dengan refresh rate adaptif 120 Hz, serta chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang diklaim meningkatkan performa AI dan grafis. Di sektor kamera, S25 Ultra menawarkan konfigurasi quad-lensa: kamera utama 200 MP, ultra-wide 50 MP, telefoto 50 MP (zoom 5×) dan telefoto 10 MP (zoom 3×), menjadikannya sangat fleksibel untuk fotografi dalam berbagai situasi. Ponsel ini juga menyertakan baterai 5.000 mAh dengan pengisian ulang kabel 45 W dan mendukung pengisian nirkabel, serta garansi pembaruan sistem operasi Android hingga 7 tahun. Untuk harga di Indonesia, varian S25 Ultra (12/256GB) dilaporkan berada di kisaran Rp 22,999 juta.
Dari segi performa sehari-hari, iPhone 17 menawarkan pengalaman iOS yang sangat halus dengan optimisasi chip Apple, sementara S25 Ultra memberi fleksibilitas lebih jauh lewat AI (Galaxy AI), multitasking, dan UI kustomisasi Android. Pengguna yang mengutamakan kualitas kamera dan zoom yang ekstensif kemungkinan akan lebih tertarik ke S25 Ultra, sedangkan mereka yang prefer ekosistem Apple, update jangka panjang, dan desain ringkas mungkin memilih iPhone 17. Kedua ponsel juga menghadirkan tantangan: iPhone 17 punya kapasitas baterai relatif kecil dibanding saingan Android, sedangkan S25 Ultra, meski kuat di spesifikasi, menuntut harga premium dan konsumsi daya tinggi. Akhirnya, pilihan antara keduanya sangat bergantung pada prioritas pengguna: apakah ingin performa, fleksibilitas kamera/AI, atau nilai ekosistem & keandalan.