Lisensi Open Source Paling Populer
Lisensi open source adalah aturan hukum yang mengatur bagaimana perangkat lunak dapat digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan. Dengan lisensi ini, pengembang dan pengguna memiliki kebebasan untuk berinovasi, namun tetap ada batasan tertentu yang harus dipatuhi. Tiga lisensi yang paling populer adalah MIT License, GNU General Public License (GPL), dan Apache License.
🔹 MIT License
Sifat: Sangat permisif dan sederhana.
Hak: Pengguna bebas menggunakan, menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan perangkat lunak.
Kewajiban: Hanya perlu menyertakan pemberitahuan hak cipta dan lisensi asli.
Kelebihan: Cocok untuk proyek bisnis karena minim batasan.
🔹 GNU General Public License (GPL)
Sifat: Copyleft (share-alike).
Hak: Pengguna bebas menggunakan dan memodifikasi perangkat lunak.
Kewajiban: Jika perangkat lunak dimodifikasi atau digabungkan, hasilnya harus dirilis dengan lisensi GPL juga.
Kelebihan: Menjamin kebebasan pengguna tetap terjaga di seluruh turunan perangkat lunak.
🔹 Apache License
Sifat: Permisif, tetapi lebih detail dibanding MIT.
Hak: Bebas digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan, termasuk untuk tujuan komersial.
Kewajiban: Harus menyertakan pemberitahuan lisensi, serta memberikan atribusi pada perubahan kode.
Kelebihan: Memberikan perlindungan paten, sehingga aman untuk penggunaan di perusahaan besar.
📊 Perbandingan Singkat
Kesimpulan
MIT License: paling ringan dan fleksibel.
GPL: menjaga kebebasan software tetap terbuka.
Apache License: aman untuk perusahaan dengan perlindungan paten.
Memilih lisensi yang tepat sangat penting agar proyek Anda sesuai dengan tujuan, baik untuk komunitas maupun bisnis
(Author : Dimas Novian Aditia Syahputra, S.Tr.T., M.Tr.T.)