LONJAKAN MENDADAK HARGA RAM DAN SSD, MASIH WORTH IT RAKIT PC DI 2025?
SSD dan RAM merupakan salah satu dari sedikit komponen pc yang dibutuhkan hampir semua orang, untuk keperluan rakit pc, upgrade pc, upgrade laptop, dan sebagainya. Bahkan tidak hanya untuk per seorangan, melainkan Perusahaan-perusahaan juga memerlukan komponen kecil tersebut.
Warga net dikejutkan dengan lonjakan mendadak harga SSD (Solid State Drive) dan RAM (Random Access Memory) pada pertengahan tahun 2025 ini. Bagaimana tidak? RAM DDR5- 6000 32 GB yang beberapa bulan lalu cuma sekitar US$130 sekarang naik sekitar US$170- 180. Bahkan DDR5-5600 naik dari US$100-110 jadi ~US$160. Ini menurut laporan terbaru dari komunitas hardware & sumber industri. Harga SSD yang sebelumnya 1TB sekitar 900 ribu, sekarang sudah 1,2 juta per unitnya. Hal ini diperparah dengan banyaknya konsumen yang memerlukan komponen tersebut sedangkan produksinya terbatas.
APA PENYEBABNYA?
1. AI (Artificial Intellegence)
Pertumbuhan masif AI generatif (seperti model bahasa besar/LLM) dan kebutuhan untuk melatih serta menjalankan model tersebut di data center raksasa membutuhkan memori yang sangat spesifik dan kuat.
• Prioritas HBM: Produsen chip memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka dari DRAM konvensional (seperti DDR4 atau DDR5 untuk PC konsumen) ke High Bandwidth
Memory (HBM). HBM adalah jenis memori DRAM yang sangat cepat dan ditumpuk vertikal, dirancang khusus untuk bekerja bersama akselerator AI (GPU kelas data center).
• Pengalihan Kapasitas: Karena margin keuntungan HBM jauh lebih tinggi dan permintaan dari perusahaan cloud raksasa (hyperscalers) sangat besar, pabrik memprioritaskan produksi HBM dan DDR5 kelas server. Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND Flash untuk pasar konsumen (PC, laptop, smartphone) menyusut drastis.
Secara singkat, produsen lebih memprioritaskan memproduksi komponen untuk kelas server, jadi pasokan komponen untuk pasar konsumen pc, laptop, smartphone menyusut drastic yang menyebabkan tidak seimbangnya supply and demand. Yang Dimana supply lebih sedikit dari demand.
2. Kenaikan Harga Bahan Baku SSD (NAND Flash)
Hal ini terjadi karena Permintaan Data Center: Sama seperti DRAM, NAND Flash kelas enterprise dan server (yang digunakan untuk penyimpanan di data center AI) juga mengalami lonjakan permintaan. Ini mengurangi alokasi NAND untuk SSD konsumen.
Kenaikan harga RAM dan SSD ini sebenarnya memiliki banyak faktor lain, seperti inflasi dsb. Tetapi salah satu hal yang berkontribusi besar yaitu dari industri AI dan Data Center. Industri tersebut beramai-ramai memborong RAM dan SSD yang diperlukan agar projek mereka tetap berjalan dengan cepat dan efisien. Bahkan beberapa Perusahaan besar sudah
melakukan proses booking khusus kepada produsen SSD maupun RAM. Jadi produsen tersebut tidak akan memproses unit untuk keperluan konsumen (pc, laptop, hp), tetapi mereka akan berfokus pada produksi unit Tingkat server dan industri
JADI APAKAH WORTH IT RAKIT PC PADA MOMEN-MOMEN SEPERTI INI?
Jawabannya, tidak, karena harga melambung luar biasa tinggi sampai waktu yg tidak bisa ditentukan, tetapi jika ingin rakit pc karena keperluan pekerjaan atau sesuatu yg penting, masih bisa dilakukan tapi tidak disarankan langung membeli komponen yang high-end. Disarankan beli yang standar dulu saja semisal ram 16gb ddr5 dengan ssd 1tb. Itu sudah cukup, jika ingin upgrade lagi bisa menunggu sampai harga komponen sudah stabil.