Sejarah PHP: Dari Skrip Sederhana hingga Bahasa Web Terpopuler
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia web. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 1995, PHP telah menjadi fondasi bagi jutaan website dan platform besar seperti WordPress, Facebook (awal perkembangannya), hingga Wikipedia. Perjalanannya panjang—berawal dari alat sederhana buatan satu orang hingga berkembang menjadi bahasa server-side yang kuat dan modern.
1. Awal Mula: PHP/FI (1994–1995)
Sejarah PHP dimulai pada tahun 1994 ketika Rasmus Lerdorf, seorang programmer Denmark-Kanada, membuat sekumpulan skrip CGI (Common Gateway Interface) dalam bahasa C untuk memantau kunjungan pada halaman CV pribadinya.
Skrip ini disebut “Personal Home Page Tools”.
Karena banyak orang tertarik, Lerdorf merilisnya sebagai proyek open source pada 1995, dengan nama:
PHP/FI – Personal Home Page / Forms Interpreter
Versi awal ini sudah mendukung:
-
pengolahan form,
-
koneksi ke database,
-
logika pemrograman sederhana.
2. PHP 3: Titik Balik Utama (1997–1998)
Pada 1997, dua developer, Andi Gutmans dan Zeev Suraski, menemukan banyak keterbatasan PHP/FI saat membuat aplikasi e-commerce.
Mereka memutuskan menulis ulang inti PHP dan bekerja sama dengan Lerdorf.
Hasilnya adalah PHP 3, dirilis resmi pada 1998, yang membawa perubahan besar:
-
menjadi bahasa pemrograman yang jauh lebih fleksibel,
-
memiliki sintaks yang modern,
-
mendukung berbagai database, protokol internet, dan ekstensi baru.
Di sinilah PHP mulai dikenal luas dan menjadi populer secara global.
3. PHP 4: Zend Engine (2000)
Gutmans dan Suraski melanjutkan pekerjaan mereka dengan membuat Zend Engine, mesin eksekusi baru untuk PHP.
Dirilis pada tahun 2000, PHP 4 menghadirkan:
-
kinerja lebih cepat,
-
manajemen memori lebih baik,
-
dukungan untuk aplikasi web kompleks,
-
banyak ekstensi bawaan.
PHP 4 menjadi fondasi pertumbuhan web awal 2000-an.
4. PHP 5: OOP Modern (2004)
Dirilis pada 2004, ini merupakan salah satu rilis paling signifikan dalam sejarah PHP.
Fitur utama:
-
Object-Oriented Programming (OOP) yang lebih lengkap,
-
PDO (PHP Data Objects) untuk akses database yang lebih aman dan fleksibel,
-
SimpleXML, JSON support,
-
peningkatan pada Zend Engine 2.
Banyak kerangka kerja modern awal (CodeIgniter, Laravel generasi awal, Symfony) dibangun di era PHP 5.
5. PHP 7: Lompatan Besar (2015)
PHP 6 direncanakan tetapi tidak pernah dirilis secara resmi.
Akhirnya, komunitas melanjutkan langsung ke PHP 7, dirilis pada tahun 2015.
Keunggulan besar yang dibawa PHP 7:
-
kinerja dua kali lebih cepat dibanding PHP 5,
-
penggunaan memori lebih efisien,
-
fitur scalar type hints, return type,
-
null coalescing operator (??),
-
spaceship operator (<=>).
PHP 7 menjadi standar baru dan digunakan secara luas hingga hari ini.
6. PHP 8: Era Modern (2020–sekarang)
PHP 8 dirilis pada 26 November 2020, membawa fitur modern dan performa tinggi:
Fitur utama PHP 8:
-
Just-In-Time (JIT) Compiler
-
Named arguments
-
Attributes (Annotations)
-
Union types
-
Match expression
-
Constructor property promotion
PHP 8 menegaskan PHP sebagai bahasa yang tidak hanya “mudah digunakan”, tetapi juga cepat, aman, dan modern.
PHP Dalam Ekosistem Web Modern
Hingga saat ini, PHP masih mendominasi:
-
lebih dari 75% website menggunakan PHP di server-nya,
-
WordPress, yang menguasai 40% web, dibangun dengan PHP,
-
Framework seperti Laravel, Symfony, CodeIgniter, CakePHP terus berkembang.
PHP tetap bertahan karena:
-
mudah dipelajari,
-
fleksibel,
-
komunitas besar,
-
kompatibel dengan hampir semua server dan hosting.