Sejarah Python: Dari Proyek Sampingan hingga Bahasa Pemrograman Terpopuler
Sejarah Python
Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia saat ini, tetapi perjalanannya dimulai lebih dari tiga dekade lalu. Bahasa ini dikembangkan oleh Guido van Rossum, seorang programmer asal Belanda, pada akhir tahun 1980-an.
Awal Mula (1989–1991)
Pada bulan Desember 1989, Guido van Rossum mulai mengerjakan Python sebagai proyek sampingan ketika ia bekerja di Centrum Wiskunde & Informatica (CWI) di Belanda. Tujuannya adalah menciptakan bahasa skrip yang mudah dibaca, fleksibel, serta mampu menangani tugas sistem yang kompleks.
Nama “Python” sendiri terinspirasi dari acara komedi Inggris Monty Python’s Flying Circus, bukan dari nama hewan.
Pada tahun 1991, Guido merilis Python 0.9.0, versi pertama yang dipublikasikan. Versi ini sudah memiliki fitur penting seperti:
-
fungsi dan modul,
-
tipe data inti seperti list dan dict,
-
serta sistem exception.
Python 1.0 (1994)
Python 1.0 dirilis pada Januari 1994 dan mulai dikenal lebih luas di komunitas open source. Fitur yang muncul pada versi ini antara lain:
-
lambda, map, filter, reduce,
-
dan dukungan untuk pemrograman fungsional.
Python 2.0 (2000)
Versi besar berikutnya, Python 2.0, dirilis pada tahun 2000 dengan banyak inovasi baru, seperti:
-
list comprehensions,
-
sistem pengumpulan sampah (garbage collection) berbasis referensi,
-
UNICODE support.
Python 2 berkembang selama hampir dua dekade sebelum akhirnya dihentikan pada 1 Januari 2020, ketika Python 2.7 resmi masuk masa “end-of-life”.
Python 3.0 (2008)
Python 3.0 dirilis pada 2008 sebagai perubahan besar (breaking changes). Tujuannya adalah memperbaiki kekurangan desain Python 2. Perubahan besar ini membuat Python 2 dan Python 3 tidak sepenuhnya kompatibel. Beberapa peningkatan utama:
-
pengelolaan string menjadi lebih konsisten (berbasis Unicode),
-
penataan ulang pustaka standar,
-
sintaksis lebih bersih (contoh:
print()menjadi fungsi).
Python 3 terus dikembangkan hingga sekarang, dan menjadi standar utama dalam dunia pendidikan, industri, hingga kecerdasan buatan.
Python di Era Modern
Python kini menjadi bahasa pemrograman yang dominan untuk:
-
data science,
-
machine learning,
-
web development,
-
automasi,
-
cybersecurity,
-
IoT,
-
dan bidang penelitian ilmiah lainnya.
Popularitas Python didorong oleh ekosistem library yang kaya seperti NumPy, Pandas, TensorFlow, Django, Flask, dan ratusan ribu paket lainnya.
Guido van Rossum: BDFL
Guido van Rossum selama bertahun-tahun dikenal sebagai Benevolent Dictator for Life (BDFL) untuk Python, sebelum mengundurkan diri dari posisi tersebut pada tahun 2018. Ia tetap aktif berkarya dan bahkan bergabung dengan Microsoft pada tahun 2020 untuk berkontribusi mengembangkan Python lebih lanjut.